Traveling Without Moving


Mahasiswa dan Industri Kreatif
April 29, 2015, 11:29 am
Filed under: Reflection

Masalah klasik yang masih dihadapai oleh Negara kita hingga saat ini adalah menumpuknya stok pengangguran yang semakin hari jumlahnya kian bertambah. Salah satu indikatornya terlihat jelas dari jumlah pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang semakin membludak dari tahun ke tahun hingga mencapai ribuan orang [1].

Tindakan yang nyata dan kongkrit sudah harus mulai diperhitungkan oleh semua pihak termasuk dalam hal ini adalah Lembaga Pendidikan Tinggi. Lembaga pendidikan mempunyai peran dan tanggungjawab yang besar dalam mencarikan solusi untuk mengatasi kondisi tersebut. Citra Lembaga Pendidikan Tinggi yang selama ini dianggap sebagai salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia harus segera diperbaiki [1]. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa akan mendorong tumbuhnya perekonomian indonesia terutama di sektor industri kreatif [2].

Menurut Euis Saedah, (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian) industri kreatif adalah suatu kegiatan industri (usaha) yang memiliki fokus pada kreasi dan inovasi. Lebih lanjut Saedah menjelaskan bahwa industri kreatif sejauh ini masih sangat potensial untuk digarap dan dikembangkan di Indonesia, mengingat Indonesia begitu kaya akan budaya dan tradisi yang dapat menjadi sumber kreativitas [3].

Meskipun mahasiswa memiliki berbagai kegiatan yang yang cukup menyita waktu selama mengikuti perkuliahan, namun bukan berarti mahasiswa tidak memiliki waktu untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis. Selalu ada waktu dan peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam dunia bisnis. Namun demikian, mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya yang dimiliki tidak semua model bisnis bisa dikerjakan oleh mahasiswa. Mahasiswa sebagai calon enterpreneur muda harus jeli dalam mencari peluang dan model bisnis yang cocok untuk mereka geluti.

Model bisnis yang sebaiknya digeluti oleh mahasiswa tentunya yang tidak berbenturan dengan aktifitas perkuliahan (studi) yang mereka jalani [4]. Model bisnis digital (e-Business ) merupakan model bisnis yang coccok untuk digeluti oleh kalangan mahasiswa. Disamping tidak banyak menyita waktu, model bisnis ini bisa dekerjakan dari mana saja, dan sangat dekat daya imajinasi dan kreatifitas mahasiwa. Jadi industri kreatif berbasis teknologi informasi (digital) merupakan suatu keniscayaan bagi mahasiswa saat ini.

Sejalan dengan itu, e-Business  kedepannya dipastikan akan jauh lebih besar dibanding model bisnis tradisional yang ada saat ini. Terbukti dengan penggunaan teknologi informasi pada hampir seluruh sektor kehidupan kita. Keberadaan Televisi, Internet dan media – media digital yang lain telah menggantikan proses penyebaran informasi  tradisional dan membantu proses binis dengan cepat di dunia [4].

Teknologi informasi telah membantu banyak industri dalam memperkenalkan produknya secara global (global advertising).   Ada banyak model e-business yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa saat ini. Semua itu tergantung pada minat dan kreatifitas mahasiswa itu sendiri. Ada beberapa model e-business yang mungkin cocok untuk digeluti oleh mahasiswa saat ini, antara lain [4] :

  • Membuat sebuah website, blogsite atau situs yang menarik sehingga ramai dikunjungi. Situs ini nantinya bisa didaftarkan pada google adsense.
  • Memanfaatkan  website atau akun media sosial untuk pemasangan iklan dari berbagai produk yang akan dijual.
  • Mengikuti program afiliasi (affiliate program) yaitu suatu program untuk membantu orang lain dalam menjualkan produk mereka dan kita akan mendapat komisi dari hasil penjualan tersebut
  • Menjual produk-produk informasi yang dibuat dalam bentuk digital, seperti e-book, image, audio, video, software dan sebagainya.

Referensi



Inovasi Produk dan Entrepreneurship
April 29, 2015, 9:34 am
Filed under: Reflection

Memasuki era globalisasi seperti sekarang ini, Indonesia, sebagai bangsa yang besar perlu mulai memperhatikan inovasi dari berbagai produk yang dihasilkan agar mampu bersaing dengan produk dari luar negeri yang kini membanjiri masyarakat kita. Selain itu, untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, serta meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia, kreatifitas dan inovasi adalah wajib hukumnya.

Namun demikian, Indonesia saat ini kurang (belum) menganggap inovasi teknologi sebagai suatu faktor yang penting sehingga masih banyak produk Indonesia yang kurang inovatif sehingga kalah bersaing dengan produk-produk dari negara tetangga.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Craigh Mundie (Chief Research and Strategy Officer Microsoft Corporation) teknologi informasi akan menjadi salah satu industri unggulan di masa depan. Kondisi ini selaras dengan perkembangan industri kreatif di Indonesia, dimana teknologi informasi merupakan motor penggerak kemajuan industri krestif. Inovasi teknologi informasi telah memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan industri kreatif saat ini.

Inovasi merupakan suatu proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi yang baru. Sedangkan produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi, yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler, 2009). Tanpa adanya inovasi dalam sebuah produk maka produk tersebut tidak dapat bertahan lama menghadapi persaingan yang ada (ditinggalkan oleh pelanggan). Hal yang sama juga berlaku pada dunia indutri kreatif di Indonesia. Pelaku industri kreatif dituntut untuk terus berinovasi guna meningkatkan kualitas dan manfaat produk yang dihasilkan.

Salah satu kunci dalam mengembangkan inovasi adalah mengembangkan kewirausahaan (entrepreneurship). Budaya entepreneur harus dikembangkan agar produk – produk yang dihasilkan oleh kalangan industri kreatif lebih inovatif. Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat bersaing dibidang industri kreatif. Secara umum nilai industri kreatif di Indonesia memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan industri lainnya. Industri kreatif yang sesuai di Indonesia adalah industri kreatif digital yang memiliki sifat borderless yaitu tidak mengenal batas wilayah sehingga dapat langsung menjadi pemain pasar global.

 

 

Referensi

  1. http://heldys.blogspot.com/2013/04/membangun-inovasi-teknologi-informasi.html
  2. https://andianas22.wordpress.com/
  3. http://blogs.unpas.ac.id/fajar/2014/08/20/inovasi-produk-dan-entrepreneurship-teknologi-informasi/
  4. http://ibsuryaarnawa.blogspot.com/2015/01/inovasi-produk-dan-entrepreneurship.html


Harapan dan Ketulusan
December 9, 2011, 2:48 am
Filed under: Reflection

“In life, we all have an unspeakable secret, an irreversible regret, an unreachable dream, and an unforgettable love”

(Diego Maichi)

 

Desember telah tiba, tahun 2011 sebentar lagi akan berakhir, hanya tinggal hitungan hari. Tanpa terasa kita akan segera memasuki tahun 2012. Dan sebagaimana biasa tahun baru akan menghadirkan sejuta misteri dan juga harapan.

Jika menengok kembali ketahun 2011, bisa dikatakan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2010. Berbagai persoalan masih menumpuk dan belum bisa terselesaikan. Namun demikian memasuki akhir tahun sedikit titik terang mulai terlihat, walau masih samar.

Kembali ke tahun baru yang menghadirkan misteri dan juga harapan, saya teringat kembali dengan tulisan dari seorang rekan disalah satu mailing list, bahwa apapun yang kita lakukan tanpa ketulusan hanya akan menjadi bumerang dalam hidup ini, karena hari esok selalu merupakan misteri bagi kita. Hanya dengan ketulusan berlaksana saja ketakutan akan misteri hari esok akan teratasi. Di samping itu, dengan ketulusan juga, kekecewaan saat kita menuai hasil yang tidak sesuai dengan harapan bisa dihindari.

Ketulusan juga akan menjaga kefokusan kita akan apapun yang sedang kita lakukan. Jadi hanya dengan ketulusan, kita bisa melakukan segala yang terbaik walaupun kita berada dalam keadaan yang teburuk sekalipun (do the best in the worst situation). Hanya dengan ketulusan kita bisa menjadi harmoni dengan alam semesta dan hanya dengan dharma, kita bisa melebur diri dengan semesta alam. Dan hanya dengan ketulusan juga segala sesuatu akan terjadi dengan indah.



Kontemplasi Tahun Baru
December 31, 2010, 4:01 am
Filed under: Reflection

Waktu terus bergulir, hari demi hari telah terlewati, dan tanpa terasa kita telah kembali tiba di penghujung tahun. Kita telah kembali berada pada suatu batas imajiner, yang biasa kita gunakan untuk membatasi antara apa yang disebut sebagai masa lalu, dengan apa yang disebut sebagai masa yang akan datang. Sebuah momentum yang mungkin biasa kita gunakan untuk mengubur berbagai hal (kejadian) yang tidak baik di masa/tahun sebelumnya untuk kemudian menatap optimis ke depan. Continue reading



RENUNGAN HARI ULANG TAHUN
December 18, 2010, 3:24 pm
Filed under: Reflection

Tak terasa, tanpa kusadari hari telah berganti hari, bulan pun ikut berganti, dan tahun pun terlewatkan hingga akhirnya sampai pada hari itu. Ucapan selamat berdatangan memeriahkan hari istimewaku, berbagai doa dan pengharapan dipanjatkan mulai dari kerabat, sahabat dan bahkan orang yg belum pernah bertemu sekalipun.

Ada yang bilang kalau ulang tahun berarti umur kita bertambah. Namun ada juga yang bilang kalau ulang tahun berarti umur kita berkurang. Entah dan terserahlah… Akan tetapi bagiku bukan masalah umur yang bertambah atau berkurang, namun lebih kepada apa yang sudah kita lakukan selama kita masih hidup. Continue reading



Konsep Subnetting
May 24, 2008, 5:38 am
Filed under: Networking

I found this article on this site, i hope you gonna like it, here it is, please check this out …..

Konsep Subnetting, Siapa Takut?

by Romi Satria Wahono

subnetrouter.JPGSubnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. Continue reading



Life is a Process
April 23, 2008, 1:00 pm
Filed under: Reflection | Tags:

To hope is to risk the pain to try is to risk the failure, but risk must be taken,

because the greatest hazard in life is to risk nothing

~ Leo F Buscaglia ( 1924-1998 ) ~

Billi Lim, di salah satu bukunya (Dare To Fail, From A To Z), menyebutkan bahwa hidup adalah suatu pengalaman — apa yang kita lalui, apa yang kita pelajari, apa yang kita rasakan dan sebagainya. Berangkat dari sini, hidup itu sebenarnya adalah segala apa yang kita lalui; baik pahit atau manis, sukses atau gagal, susah atau senang, itulah kehidupan kita dan dari sanalah sesungguhnya hidup kita dibangun.

Satu spirit dengan apa yang ditulis Billi, mungkin kisah kesuksesan Anthony Robbins, layak untuk kita cermati. Anthony Robbin yang awalnya adalah seorang anak muda yang berpenyakitan sejak lahir, pernah menjadi tukang sapu dan tukang pel lantai, namun dengan perjuangan dan keberanian yang luar biasa, ia bangkit dan mengubah dirinya sehingga menjadi public speaker tingkat dunia yang bertarif sangat mahal. Salah satu ungkapannya yang sangat populer yaitu repetition is the mother of skill, seolah menyadarkan kita bahwa dalam hidup ini untuk meraih sesuatu (apa yang kita inginkan) dibutuhkan suatu usaha yang terus-menerus tanpa kenal lelah. Dengan kata lain bahwa apapun yang ingin kita raih memerlukan sebuah proses yang terkadang sangat panjang dan melelahkan (every single achievement need a long process).

Continue reading